spot_img
Kamis, Maret 19, 2026
Beranda NASIONAL Luhut Undang Guru Besar-Pengamat Ekonomi, Gali Masukan Penanganan Covid-19

Luhut Undang Guru Besar-Pengamat Ekonomi, Gali Masukan Penanganan Covid-19

273

Jakarta – Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi, Luhut Binsar Pandjaitan, mengundang berbagai pihak. Mulai dari Forum Dewan Guru Besar Indonesia (FGDB), Ikatan Dokter Indonesia, pengamat ekonomi, hingga perwakilan himpunan mahasiswa untuk menggali masukan soal penanganan Covid-19. Pada Selasa (3/8) sore, Luhut yang juga Koordinator PPKM Jawa-Bali melakukan pertemuan dan diskusi secara virtual dengan FGDB. Pertemuan ini guna membahas upaya apa yang sudah dan akan pemerintah lakukan dalam menangani Covid-19.

“Saya juga minta masukan dari bapak ibu untuk menghadapi keadaan kita. Khusus mengenai kasus Covid-19 ini, lebih khusus lagi varian Delta ini. Kami perlu peran Anda untuk membantu apa saja yang sudah pemerintah kerjakan untuk mengendalikan pandemi,” kata Luhut dalam keterangan tertulis di Jakarta, Rabu (4/8). Luhut menyatakan pihaknya telah menyusun dan membuat formula pengendalian pandemi Covid-19 di Indonesia. Secara umum ada tiga aspek, yaitu mengurangi potensi penularan dengan menerapkan 3M dan 3T; mengurangi durasi kontak; dan melakukan vaksinasi.

Dalam kesempatan yang sama, Prof Widodo dari Universitas Islam Indonesia (UII) menyampaikan dukungan atas kerja dan upaya pemerintah yang telah dan akan terlaksana. Ia menilai selama ini banyak pihak dan oknum yang menyerang dan menilai upaya penanggulangan Covid-19 komando Menko Marves sudah gagal.

“Sebetulnya kalau ada orang yang bertanya apakah pemerintah telah gagal menangani pandemi, itu pertanyaan yang salah. Hal tersebut karena saat ini perang melawan pandemi masih proses dan belum selesai,” katanya.

Selanjutnya, pada Selasa (3/8) malam, Luhut menggelar rapat koordinasi yang mengundang seluruh kepala daerah di Pulau Jawa dan Bali, epidemolog, Ikatan Dokter Indonesia, pengamat ekonomi. Bahkan ada perwakilan dari Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) dari berbagai universitas di Jawa-Bali. Dalam kesempatan ini, Luhut menjabarkan peta rencana atau road map pengendalian pandemi yang telah tersusun dan ini kunci bagi semua pihak yang terlibat.

Menko Luhut menuturkan bahwa pembukaan aktivitas ekonomi akan tergantung kepada pencapaian vaksinasi, serta implementasi dari 3T dan 3M. Karena itu, dia meminta agar bulan Agustus harus dapat meningkatkan cakupan tiga aspek di atas. “Setiap Pangdam, Kapolda, menulis capaian tracing dari tiap-tiap daerah, sehingga kita dapat memprediksi kapan target kita 1:10 bisa segera tercapai. Pemda saya juga minta bantuannya untuk ikut memantau tracing ini. Semua harus kompak. Semua laporan menggunakan bahasa yang sama agar kita bisa mengejar target dengan baik,” sambungnya.

Ekonom senior dari Universitas Indonesia Faisal Basri juga memberikan masukan mengenai perlunya pemanfaatan dan keterlibatan mahasiswa . Bukan hanya mahasiswa kedokteran dan bidang medis saja, melainkan juga memberikan kesempatan kepada mahasiswa lainnya untuk membantu pemerintah dalam melakukan program 3T. Misalnya menjadi tenaga input kasus tracing di lapangan. (aij/ed:zl)