
BLITAR, MADU TV β Lembaga Pembinaan Khusus Anak (LPKA) Blitar menggelar kegiatan doa bersama ulama muda, Gus Idam. Acara ini diikuti ratusan anak binaan yang saat ini menjalani masa pembinaan di LPKA, bersama ratusan orang tua.
Kegiatan tersebut digelar di aula utama LPKA dengan penuh khidmat. Para anak binaan tampak antusias mendengarkan tausiah yang disampaikan Gus Idam. Dalam ceramahnya, Gus Idam mengajak para anak binaan untuk memperbaiki diri, memperbanyak doa, serta tidak putus harapan dalam menjalani hidup.
βSetiap manusia pasti pernah melakukan kesalahan, tapi pintu taubat selalu terbuka. Jangan putus asa, teruslah belajar dan berubah menjadi lebih baik,β pesan Gus Idam dalam siraman rohani tersebut, Selasa (16/9/2025).
Kepala Lembaga Pembinaan Khusus Anak (LPKA), kelas I Blitar Gatot Tri Raharjo mengatakan, kegiatan ini merupakan salah satu program pembinaan mental dan spiritual yang rutin dilaksanakan. Harapannya, anak-anak binaan tidak hanya mendapat pendidikan formal dan keterampilan, tetapi juga penguatan iman dan moral.
βPembinaan spiritual sangat penting agar mereka siap kembali ke masyarakat dengan mental yang lebih baik. Kami berterima kasih kepada Gus Idam yang berkenan hadir memberikan tausiah,β ujar Gatot.
Gatot juga menambahkan, LPKA Blitar terus berkomitmen menghadirkan pendekatan pembinaan yang holistik. Tidak hanya dari sisi hukum dan pendidikan, tetapi juga spiritual dan sosial. Kegiatan seperti ini diharapkan dapat mempercepat proses reintegrasi anak binaan ke masyarakat dengan bekal mental dan akhlak yang lebih baik.
“Kami akan terus berkomitmen menghadirkan pendekatan pembinaan yang holistik, tidak hanya dari sisi hukum dan pendidikan, tetapi juga spiritual. Kegiatan seperti ini diharapkan dapat mempercepat proses reintegrasi anak binaan ke masyarakat dengan bekal mental dan akhlak yang lebih baik,”ungkapnya.
Rangkaian acara ditutup dengan doa bersama dan salawat. Selain Gus Idam kegiatan ini juga dihadiri Kepala DitjenPas, Kapolres Blitar dan seluruh Forkopimda. Suasana haru terlihat ketika anak-anak binaan larut dalam lantunan doa yang dipimpin langsung oleh Gus Idam. (Suk)








