spot_img
Minggu, April 19, 2026
Beranda NASIONAL Ketua MPR: Segera Ubah Pola Distribusi Vaksin Covid-19

Ketua MPR: Segera Ubah Pola Distribusi Vaksin Covid-19

274

Jakarta  – Ketua MPR RI Bambang Soesatyo meminta pemerintah segera mengubah pola distribusi vaksin Covid-19 untuk menghapus ketimpangan program vaksinasi. Daerah tersebut antara lain Pulau Jawa dan Bali dengan daerah-daerah lain di Indonesia.

“Saya meminta pemerintah agar segera mengubah pola distribusi vaksin yang selama ini berjalan,” kata Bambang Soesatyo di Jakarta, Kamis (19/8/21). Pola pendistribusian vaksin yang masih terpusat di Pulau Jawa dan Bali meyakinkan sebagai penyebab ketimpangan program vaksinasi di Indonesia. Oleh karena itu, Bamsoet, sapaan akrab Bambang Soesatyo, meminta agar pemerintah pusat menjalin kerja sama dengan pemerintah daerah untuk mengatasi ketimpangan vaksin. Kerja sama dapat berjalan melalui pendataan kebutuhan setiap daerah akan jumlah vaksin. Serta melakukan evaluasi stok vaksin yang tersedia.

“Selanjutnya, pemerintah dapat menyegerakan pendistribusian vaksin ke daerah-daerah sesuai kuota yang diajukan pemerintah daerah,” ucapnya.

Dengan demikian, vaksin yang didistribusikan dapat memenuhi kuota yang diminta daerah. Vaksinasi dapat terkhususkan untuk daerah yang mengalami lonjakan kasus terkonfirmasi Covid-19. Sehingga harapannya percepatan program vaksinasi Covid-19 benar-benar terlaksana secara merata dan menyentuh daerah pelosok. Selain itu, Bamsoet meminta komitmen pemerintah untuk terus melakukan upaya percepatan dan penguatan dalam program vaksinasi nasional. “Khususnya di daerah luar Pulau Jawa dan Bali yang tengah mengalami lonjakan kasus Covid-19,” kata Bamsoet.

Komitmen pemerintah dalam melakukan diplomasi dan negosiasi, kata dia, juga penting untuk dipertahankan guna memperkuat hubungan bilateral maupun multilateral Indonesia dengan negara yang memproduksi vaksin. Menurut Bamsoet, hubungan erat yang terbentuk dengan negara produsen vaksin dapat membantu Indonesia untuk mengupayakan keamanan stok kebutuhan vaksin dalam negeri.

Permintaan tersebut merupakan tanggapan dari Ketua MPR RI terkait ketimpangan program penyuntikan vaksin yang terjadi di antara Pulau Jawa dan Bali dengan daerah-daerah lainnya. (antara/pis/ed:zl)