Kediri – Harga cabai yang anjlok membuat para petani di Kabupaten Kediri membagikan cabai secara gratis kepada warga yang membutuhkan. Saat ini harga cabai hanya Rp. 5000 perkilogramnya. Hal ini membuat petani merugi hingga jutaan rupiah. Selain itu, murahnya harga cabai juga akibat dari kebijakan PPKM level 4, yang membuat proses pengiriman ke berbagai daerah termasuk DKI Jakarta tersendat.
Seorang petani melakukan aksi memberikan cabai kepada warga yang membutuhkan. Aksi tersebut dilakukan oleh petani di Desa Ngablak Kecamatan Banyakan Kabupaten Kediri. Para petani membagikan cabai secara gratis karena harga cabai yang anjlok dan murah. Saat ini harga cabai hanya Rp. 5000 perkilogramnya.
Padahal untuk biaya produksi, para petani harus mengeluarkan biaya hingga jutaan rupiah, sehingga tidak sebanding dengan harga cabai saat ini. Untuk tanah ukuran 125 meter persegi, petani harus merogoh kocek biaya perawatan cabai sekitar Rp.7.500.000.
Para petani mengaku, saat ini hanya bisa menangis dan pasrah dengan harga cabai yang murah. Namun mereka tetap memanen cabainya, agar tidak terlalu merugi. Salah-satu penyebab cabai murah yakni adanya kebijakan pemerintah memperpanjang PPKM, sehingga pengiriman cabai ke daerah-daerah tersendat.
Di Desa Ngablak sendiri, ada 10 hektar tanah yang ditanami cabai dan semuanya terdampak. Para petani berharap, ada tindakan dari pemerintah melalui dinas terkait, sehingga para petani tidak semakin terjepit. Apalagi di masa pandemi ini, yang membuat semua sektor terdampak. (me)








