
KEDIRI, MADUTV – Mencuatnya Kasus Pencabulan terhadap anak diwilayah Kecamatan Pesantren Kota Kediri yang dilakukan seorang “Guru Ngaji” terhadap dua bocah usia sekolah dasar membuat Pemerintah Kota Kediri melalui Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak, Pengendalian Penduduk, dan Keluarga Berencana (DP3AP2KB)angkat bicara dan menyatakan keprihatinan mendalam atas kasus kekerasan seksual itu yang kini ditangani Polres Kediri Kota tersebut dan yang menjadi fokus utama instansinya untuk memastikan pemulihan korban.
โZaki Zamani, Kepala Bidang (Kabid) Perlindungan Perempuan dan Anak (PPA) DP3AP2KB Kota Kediri menegaskan, pihaknya merasa sangat prihatin dan miris dengan adanya kejadian kekerasan seksual ini.
โ”Terkait kasus adanya kekerasan seksual yang terjadi di wilayah Bangsal, kami sangat prihatin dan merasa miris adanya kejadian ini,” ungkap Zaki Zamani.
โLebih lanjut Zaki menegaskan “Kasus ini sekarang telah ditangani oleh Unit PPA Polres Kediri Kota. Semoga korban segera mendapat keadilan.”
โ
โLebih dari sekadar pernyataan prihatin, DP3AP2KB Kota Kediri memastikan bahwa korban akan mendapatkan serangkaian pendampingan dan pemulihan secara menyeluruh dan berkelanjutan.
โMenurut Zaki, hari ini juga psikolog dari DP3AP2KB telah diterjunkan untuk memberikan penanganan awal. Komitmen Pemkot meliputi:
โPendampingan Psikologis: Memastikan kondisi mental dan trauma korban tertangani.
โRehabilitasi Medis/Sosial: Membantu pemulihan kesehatan fisik dan integrasi sosial korban. Pemulihan Korban: Menjamin proses pemulihan berjalan secara berkelanjutan hingga korban kembali pulih sepenuhnya.
โ”Kami akan memastikan korban mendapatkan pendampingan psikologis, rehabilitasi medis/sosial, serta pemulihan korban secara berkelanjutan. Hari ini pun psikolog kami juga memberikan treatment kepada korban,” tutup Zaki. (Ef)








