KEDIRI – Rabu (7/12/2022) siang, Kementrian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) melakukan verifikasi terhadap Stadion Brawijaya, Kota Kediri, Jawa Timur.
Verifikasi ini dilakukan bentuk imbas tragedi Kanjuruhan, Malang, yang terjadi beberapa waktu lalu.
Dalam tinjau verifikasi tersebut, Kementrian PUPR didampingi oleh sejumlah satuan kerja atau satker pemerintahan Kota Kediri yang meliputi DLHKP, PERKIM dan DPUPR.
Dalam verifikasi ini, seluruh bagian stadion mendapat tes kelayakan konstruksi bangunan guna memastikan keselamatan penonton.
Pemetaan dimulai dari bangku tribun penonton, lampu lighting, rumput, kursi pemain, kamar ganti pemain, toilet, atap stadion, hingga pintu keluar masuk stadion.
Any Virgyani, Kepala Satker Pelaksanaan Permukiman Wilayah II Jatim Kementrian PUPR menyebut jika tahapan verifikasi ini terbilang masih awal dan merupakan bentuk respons permintaan Presiden Joko Widodo terkait fasilitasi keselamatan dan keamanan penonton.
Any mengatakan dalam verifikasi ini, tim akan melihat sejauh mana terkait struktur maupun arsitektur bangunan stadion beserta mekanikal dan elektrikal stadion, hingga plumbing.
Disinggung terkait kondisi kelayalakan Stadion Brawijaya, Any menyebut jika kondisi Stadion Brawijaya dinilai masih cukup sederhana, bila dibandingkan dengan sejumlah stadion lainnya yang telah dilakukan verifikasi. Terutama dalam segi luasan lahan yang dinilai terbatas.
Sementara itu, Tri Widodo Wakil Loc Persik Kediri menaruh harapan besar terhadap pemerintah agar Stadion Brawijaya Kota Kediri dilakukan perbaikan. Sebab, kondisi Stadion Brawijaya Kota Kediri dinilai sudah tak layak lagi dan perlu segera adanya perbaikan.
Kementerian PUPR mulai melakukan audit sejumlah stadion di tanah air merespons permintaan Presiden Jokowi soal keselamatan dan keamanan penonton.
Selanjutnya, stadion yang digunakan untuk pertandingan Liga 1 tersebut jika tidak memenuhi ketentuan akan dilakukan renovasi.








