
Jakarta – Dalam sebuah acara yang mengusung tema “Peran Strategis Kesehatan dan Lingkungan dalam Pembangunan Nasional Menuju Pencapaian SDGs,” sebanyak 125 delegasi dari 10 negara serta dua organisasi internasional, UNEP dan WHO, berkumpul untuk membahas isu-isu penting terkait kesehatan dan lingkungan. Acara ini secara resmi dibuka oleh Wakil Menteri Kesehatan, Dante Saksono Harbuwono, bersama dengan Direktur Jenderal Pengendalian Pencemaran dan Kerusakan Lingkungan, Sigit Reliantoro, yang mewakili Menteri LHK. Kegiatan ini diagendakan berlangsung selama dua hari hingga Kamis ini.
HLOM ke-11 ini menjadi ajang penting untuk membahas tata kelola aspek kesehatan dan lingkungan. Persoalan finansial, mekanisme pemantauan, serta isu strategis dan teknis yang relevan menjadi fokus utama dalam diskusi para delegasi. Mereka berusaha mencari solusi untuk masalah kesehatan yang disebabkan oleh faktor lingkungan dan sebaliknya. Pembangunan kebijakan publik yang inklusif dan adil juga menjadi bagian penting dari pembicaraan.
Tak hanya itu, negara-negara yang berpartisipasi dalam acara ini sepakat untuk memperkuat peran mereka dalam sektor lingkungan dan kesehatan di kawasan Asia Pasifik. Hal ini menunjukkan komitmen bersama untuk meningkatkan kualitas hidup warga negara dan menjaga keberlanjutan lingkungan.
Menteri LHK, Siti Nurbaya, yang hadir secara daring dalam video sambutannya, menegaskan kesadaran Indonesia tentang pentingnya pendekatan nasional dan internasional dalam mengembangkan tanggung jawab terhadap lingkungan dan kesehatan. Tanggung jawab ini akan menjadi landasan bagi pembangunan kesehatan masyarakat dan lingkungan yang berkelanjutan.
Ia juga mendorong perspektif baru dalam pembaruan tematik dan ilmiah dari negara-negara anggota, terutama terkait delapan kelompok kerja yang telah ada. Dengan demikian, diharapkan semua tujuan bisa tercapai, mulai dari pencapaian standar kesehatan yang baik, pembangunan nasional, hingga tujuan pembangunan berkelanjutan.
Dalam upaya memperkuat kerja sama dan kolaborasi antar anggota, Menteri LHK berharap perwakilan dari World Health Organization (WHO) dan United Nations of Environment Programme (UNEP) dapat menyampaikan pandangan mereka. Kita memerlukan aksi bersama yang solid dan kolaborasi yang kuat, diperkuat oleh pembelajaran dari pengalaman menghadapi rintangan di masa lalu, agar kita lebih siap menghadapi masa depan yang penuh tantangan.








