
KEDIRI, MADU TV – Pihak keluarga korban santri asal Banyuwangi, Bintang Balqis Maulana, yang meninggal dunia karena perundungan oleh seniornya di Kediri, menyatakan bahwa mereka tidak akan menempuh jalan damai. Hal tersebut diutarakan oleh ibunya, Suyanti, yang didampingi oleh ayah korban, Rustam Efendy, warga Karangharjo Kecamatan Glenmore Kabupaten Banyuwangi, saat menemui sejumlah media di Kediri. Pada Selasa (05/03/2024).
Dirinya mengungkapkan bahwa pihak keluarga tidak memiliki rencana untuk berdamai dan berharap untuk mengusut tuntas kasus tersebut. “Kami tidak akan berdamai atau apapun itu dengan alasan kasihan, karena saya melihat salah satu pengacara dari tim tersangka itu bilang bahwa ini kesalahpahaman karena masalah sholat,” ujar Suyanti.
Lebih lanjut, Suyanti menambahkan, “Saya sebagai ibunya yang melahirkan dia, anak saya kalau disuruh itu pasti melakukannya. Jadi nggak usah sampai dipukul atau dibunuh.” Disamping itu, dengan kejadian ini, pihak pondok juga harus bertanggung jawab karena hilangnya nyawa anaknya, Bintang Balqis Maulana.
Dirinya berharap, dengan kejadian ini, para tersangka dihukum seberat-beratnya karena sudah memperlakukan anaknya dengan dijadikan pertontonan di dalam pondok. “Jadi harus benar-benar mendapatkan hukuman seberat-beratnya, sesuai dengan undang-undang yang berlaku,” tandasnya.
Wartawan : Efendi Muhtar | Editor : Riaza Romy








