spot_img
Rabu, Maret 25, 2026
Beranda NASIONAL Harga Kedelai Meroket, Omset Produsen Tempe di Kelurahan Argasoka Menurun Drastis

Harga Kedelai Meroket, Omset Produsen Tempe di Kelurahan Argasoka Menurun Drastis

198

Banjarnegara – Harga kedelai naik, produsen tempe di Kelurahan Argasoka, Kec/Kab Banjarnegara, Jawa Tengah terpaksa mengurangi ukuran tempe. Walaupun demikian, keputusan produsen untuk mengurangi ukuran tempe ini tidak membantu menaikkan omsetnya kembali.

Kini harga kedelai mencapai  Rp12.500. Saat pandemi, produsen tempe di Argasoka mengaku, harga kedelai di angka Rp7000. Selama pandemi harga terus melambung. Di tahun ketiga pandemi ini harga kedelai mencapai Rp12.500. Bahkan Ibu Nia, produsen tempe Argasoka, menyebutkan bahwa pengepul kedelai di daerahnya saat ini sudah memberikan sinyal kepada pembeli bahwa kedelai akan merangkak naik di harga Rp13.000.

Bukan hanya Ibu Nia, melainkan juga Bapak Supadi, produsen tempe di Argasoka yang resah dan bingung atas kenaikan harga kedelai ini. Mereka dilema dalam mengambil keputusan. Antara menaikkan harga produk atau mengurangi ukurannya saja. Mengingat bahwa konsumen tempe sudah terbiasa dengan harga yang tetap, maka mereka memilih untuk mengurangi ukuran tempe.

“Walaupun ukuran tempe sudah dikurangi, tapi penghasilan kita tetap ndak sama seperti dulu. Dulu cukupan untuk menyekolahkan anak. Sekarang cukup untuk makan saja Alhamdulillah,” ungkap Ibu Nia, produsen tempe yang sebelumnya memiliki dua karyawan.

Ibu Nia dalam sehari dapat menghabiskan barang baku sekitar 35 kg. Kini ia hanya menggunakan bahan baku 25 kg dalam sehari. (red)