spot_img
Kamis, Maret 19, 2026
Beranda Blitar Harga Daging Ayam di Pasar Legi Kota Blitar Tembus Rp 38.000 Perkilogram,...

Harga Daging Ayam di Pasar Legi Kota Blitar Tembus Rp 38.000 Perkilogram, Ini Kata Pedagang

288

BLITAR – Harga daging ayam di sejumlah pasar tradisional kota Blitar terus mengalami kenaikan. Salah satunya di Pasar Legi Kota Blitar, harga daging ayam sat ini tembus hingga harga Rp 38.000 perkilogram.

Padahal sebelumnya, harga daging ayam hanya di kisaran Rp 30.000 hingga Rp 31.000 perkilogramnya.

Hal ini diakui Musriah, salah satu pedagang daging ayam di Pasar Legi Kota Blitar.

Dia mengatakan, daging ayam naik sudah sejak sepekan yang lalu.

Usai Hari Raya Idul Fitri 2023 lalu, harga daging ayam sempat turun. Namun kemudian naik secara bertahap sampai di harga Rp. 38.000 perkilogramnya.

“Harga di tingkat pedagang saat ini Rp 38.000 perkilogram. Habis lebaran itu sebenarnya turun, tapi kemudian naik terus bertahap sampai saat ini. Sebelumnya hanya di harga Rp 30.000 hingga Rp 31.000 perkilogram,” ujar Musriah, Selasa (23/5/2023).

Menurutnya kenaikan harga daging ayam tersebut dipengaruhi karena berkurangnya stok dari peternak. Saat ini menurut informasi yang didapatnya, stok dari peternak berkurang karena banyak peternak yang mengosongkan kandangnya. Pasalnya harga pakan naik.

“Pasokan dari peternak berkurang. Katanya karena harga pakan mahal jadi peternak banyak yang nggak ngisi kandangnya,” imbuh Musriah.

Musriah menambahkan, kondisi Iki dimungkinkan masih akan berlangsung. Bahkan kemungkinan harganya masih bisa naik lagi. “Kemungkinan masih bisa naik lagi. Karena kan stok berkurang sementara permintaan cukup banyak,” kata Musriah.

Akibat kenaikan harga daging ayam tersebut, penjualan turun hingga 25 persen. “Untuk penjualan ya otomatis turun. Paling sekitar 25 persen setelah harganya tinggi ini,” ujarnya.

Sementara Sri Wahyuni, salah satu pembeli daging ayam di Pasar Legi Kota Blitar menuturkan, merasa keberatan dengan melambungnya harga daging ayam. Meski begitu, dia menuturkan tetap berbelanja daging ayam untuk kebutuhan dijual kembali.

“Ya berat, tapi kan ini untuk dijual lagi jadi tetap harus punya dagangan meskipun harganya mahal,” pungkasnya.(sk)