
Kediri – Meski harga cabai rawit yang tinggi di sejumlah pasar tradisional di Kediri, hingga tembus 65 ribu pekilogrmanya. Justru tidak menguntungkan para petani, karena hasil panen petani turun hingga 80 persen, akibat inten sitas hujan yang tinggi yang menyebabkan serangan penyakit patek.
Salah satunya petani Desa Toyoresmi Kecamatan Ngasem mengaku, tanaman cabainya yang masih berumur empat bulan ini diserang penyakit sejak 3 bulan yang lalu. Akibatnya hasil panen menurun, karena buah cabai membusuk sebelum tua.
Biaya produksi yang mencapai 20 juta rupiah, sementara 6 kali panen petani hanya menghasilkan uang 20 juta rupiah. Jika normal lahan seluas 2800 meter persegi bisa menghasilkan 200 kilo sekali panen, saat ini hanya 40 kilogram cabai rawit.
Agar tidak merugi, petani terpaksa memanen tanaman cabai yang masih hijau, meski harga jualnya cukup rendah. Bahkan berencana akan mengganti tanaman cabainya dengan tanaman jagung. (ef)








