
MADUTV, KEDIRI – Akhirnya Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Kediri sukses menuntaskan seluruh rangkaian kampanye nasional Gebyar Ramadan Keuangan Syariah (GERAK Syariah) 2026.
Mengusung tema besar “Membuka Jalan Kebaikan Bersama Keuangan Syariah”, kegiatan ini merupakan inisiatif yang bertujuan memperkuat literasi dan inklusi keuangan syariah di tengah momentum bulan suci Ramadan 1447 H.
Sebagai puncak sekaligus penutup rangkaian kegiatan, OJK Kediri menggelar Talkshow Special Ramadan di salah satu di Kota Kediri pada Sabtu (21/3). Diskusi ini mengangkat tema krusial: “Bijak Kelola Keuangan Setelah Idul Fitri”.
Dalam Dialog Interaktif Program itu,OJK Kediri memilih tema tersebut guna menekankan pentingnya disiplin finansial masyarakat setelah melewati periode konsumsi tinggi selama hari raya.
Kepala OJK Kediri, Ismirani Saputri, dalam sambutannya menekankan bahwa Idul Fitri bukan sekadar momen spiritual, tetapi juga momentum untuk memperbaiki pola pengaturan harta.
“Mari kita jadikan momen setelah Lebaran ini sebagai awal untuk lebih disiplin, lebih terencana, dan lebih bijak dalam setiap keputusan keuangan, agar kondisi keuangan keluarga tetap sehat dan stabil”, ungkap Ismirani.
Sejauh ini di bulan Ramadan, OJK Kediri telah merealisasikan berbagai program edukasi dan inklusi yang menjangkau berbagai lapisan masyarakat, mulai dari pelajar hingga santri.
Berbagai program unggulan sudah dilaksanakan seperti, School of Syariah (SOS) : Edukasi bagi 200 pelajar SMP di Kabupaten Ngawi pada 24 Februari 2026. Santri Cakap Literasi Keuangan Syariah (SAKINAH) : Program khusus di lingkungan pondok pesantren yang menjangkau 100 santri di Ponpes Lirboyo (Kota Kediri) dan 100 santri di Ponpes Mamba’ul Hikam (Kabupaten Blitar). OJK Bincang Santai (OJK BiSa) yakni Edukasi pasar modal syariah secara daring yang digelar pada awal Maret.
Dari rangkaian itu ,edukasi melalui saluran Radio juga membahas topik hangat seperti kewaspadaan penipuan transaksi keuangan, pengelolaan THR, hingga penggunaan paylater secara bijak.
Komitmen OJK Kediri tidak berhenti pada teori. Melalui program SOS dan SAKINAH, OJK berhasil memfasilitasi pembukaan 400 rekening tabungan syariah baru bagi para peserta. Langkah konkret ini diharapkan mendorong generasi muda dan santri untuk mulai memanfaatkan layanan keuangan syariah dalam kehidupan sehari-hari.
Sisi kemanusiaan juga menjadi bagian tak terpisahkan melalui kegiatan sosial bertema “Menebar Kebaikan dan Menuai Keberkahan” pada 12 Maret 2026. Kegiatan ini meliputi pemberian santunan kepada anak yatim serta pembagian 150 paket takjil dan flyer edukasi kepada warga Kota Kediri.
Dengan berakhirnya GERAK Syariah 1447 H, OJK Kediri menegaskan komitmennya untuk terus meningkatkan indeks literasi dan inklusi keuangan di wilayah kerja mereka. Disamping giat itu OJK Kediri juga telah melaksanakan kegiatan sosial dengan
tema “Menebar Kebaikan dan Menuai Keberkahan” pada 12 Maret 2026 meliputi pemberian santunan kepada anak yatim serta pembagian 150 (seratus lima puluh) paket takjil dan flyer edukasi kepada masyarakat di Kota Kediri. Dalam pelaksanaan School of Syariah (SOS) dan Santri Cakap Literasi Keuangan Syariah (SAKINAH) telah dilakukan pembukaan rekening tabungan syariah bagi para peserta sebanyak 400 rekening.
Langkah ini diharapkan dapat mendorong generasi muda dan para santri untuk mulai mengenal, mengakses, serta memanfaatkan produk dan layanan keuangan syariah dalam kehidupan seharihari.
Dari semua itu, OJK Kediri terus berkomitmen untuk terus mendorong peningkatan literasi dan inklusi keuangan demi memastikan masyarakat dapat memanfaatkan layanan keuangan secara bijak, bertanggung jawab. (Ef)








