Banyuwangi – Bentrokan antar pengikut perguruan pencak silat di Banyuwangi pecah pada Kamis dini hari. Sejumlah rumah warga serta satu tempat ibadah rusak imbas perusakan saat bentrokan dari massa yang berasal dari dua perguruan silat tersebut berlangsung. Satu orang dilaporkan tewas dan beberapa lainnya mengalami luka akibat bentrok yang terjadi di tengah perkampungan warga tersebut.
Paska bentrokan dua kubu pencak silat di Banyuwangi pecah pada kamis dinihari, nampak kondisi salah satu rumah ibadah yang berada di Dusun Sukomukti, Desa Sukorejo, Kecamatan Bangorejo ini mengalami kerusakan pada bagian atap. Tak hanya itu, satu rumah milik warga juga tak luput dari sasaran bentrokan.
Nampak kaca depan beserta samping pecah dan masih berserakan di lantai, diduga terkena lemparan batu saat kedua kubu pencak silat itu bertikai. Beruntung enam penghuni yang berada didalam rumah berhasil menyelamatkan diri.
Sejumlah benda diduga bom molotov yang belum digunakan, masih terlihat di satu titik lokasi. Tak hanya itu dari data dilapangan. Pot tanaman serta sejumalh pagar rumah milik warga juga tak luput dari sasaran amukan massa.
Bentrokan ini pun membuat warga yang berada tak jauh dari lokasi merasa ketakutan, tak sedikit dari mereka memilih mengungsi ke sanak saudara takut terjadi bentrokan susulan. Beberapa toko juga memilih untuk tutup.
Selain menimbulkan kerusakan sejumlah rumah dan satu tempat ibadah, bentrokan ini juga merenggut satu nyawa, serta melukai puluhan simpatisan dari dua kubu yang bertikai. Satu kompi brimob polda jatim sudah dikerahkan di titik lokasi betrokan, untuk menambah kekuatan personil yang sudah disiagakan sebelumnya.
Wakapolresta banyuwangi akbp didi hariyanto mengatakan, sampai saat ini pihak kepolisian masih melakukan pendataan terkait berapa jumlah pasti untuk korban luka luka. Dan saat ini polisi terus berupaya melakukan tindakan pencegahan agar tidak terjadi bentrokan susulan, termasuk melaksanakan penyekatan di sejumlah titik, serta melakukan patroli siber untuk antisipasi adanya berita hoax yang bermunculan di media sosial.
Usai bentrokan ini terjadi, pihak kepolisian pun langsung mengadakan pertemuan dengan jajaran forkopimda banyuwangi, serta perwakilan kedua belah pihak yakni dari pengurus pagar nusa maupun psht. Dalam pertemuan ini disepakati untuk bersama-sama melakukan konsolidasi mendalam, mendinginkan suasana, termasuk menyampaikan permasalahan yang ada saat iniaq kepada warga. Dan kedua kubu perguruan pencak silat sepakat untuk menyerahkan proses hukum seluruhnya kepada pihak kepolisian. (aw)








