
MEDAN – Kecamatan Medan Belawan, Kota Medan, menjadi saksi peristiwa kebakaran yang terjadi di kawasan Kelurahan Belawan Bahari pada hari Selasa siang. Kebakaran ini melibatkan jalur pipa Pertamina yang melintas di wilayah tersebut. Kebakaran ini bukanlah yang pertama kali terjadi di kawasan ini, dan membuat warga setempat khawatir.
Saat kejadian, sedikitnya 7 rumah yang berada di atas paluh lingkungan 10 kelurahan Belawan Bahari ikut terbakar. Warga dikejutkan oleh munculnya asap tebal dan api yang melambung ke udara sekitar pukul 10.30 WIB. Andreas, seorang saksi mata, menyebutkan bahwa usaha warga untuk memadamkan api tidak membuahkan hasil, terutama karena sebagian besar rumah di kawasan ini terbuat dari kayu dan bahan mudah terbakar.
Kendala lain yang dihadapi adalah sulitnya mobil pemadam kebakaran mencapai titik api karena jalan setapak yang becek. Namun, pihak pemadam kebakaran tidak menyerah dan berusaha semaksimal mungkin untuk memadamkan api dengan menyemprotkan air ke sekitar kobaran api.
Kebakaran ini menyebabkan sedikitnya 10 rumah yang berbahan kayu ludes terbakar dan tinggal puing. Ini bukanlah kejadian pertama kalinya jalur pipa Pertamina di Kelurahan Belawan Bahari terkena kebakaran. Yang membuat masyarakat bertanya-tanya adalah mengapa tidak ada tindakan serius dari pihak Pertamina untuk mengatasi masalah yang sudah berulang kali mengancam jiwa warga di sana.
Untungnya, api akhirnya bisa dipadamkan sekitar pukul 12.30 WIB setelah tujuh rumah warga menjadi arang. Namun, hingga berita ini diturunkan, pihak Pertamina belum memberikan keterangan resmi mengenai insiden ini.
Lurah Belawan Bahari, Daniel Saut Saroha Simanjuntak, yang telah dikonfirmasi, membenarkan kejadian kebakaran tersebut. Api diduga berasal dari pipa milik Pertamina yang dibobol oleh kelompok penjahat. Warga berharap agar pihak berwenang segera mengambil langkah-langkah konkret untuk mencegah kejadian serupa terulang di masa mendatang dan melindungi keselamatan warga setempat.








