
Jakarta, MADU TV – Ketua Bawaslu, Rahmat Bagja, memberikan keterangan pers mengenai pemetaan TPS rawan dan strategi pencegahan menjelang pemungutan suara di Gedung Bawaslu, Jakarta, pada hari Ahad (11/2/2024). Langkah ini diambil sebagai antisipasi terhadap gangguan atau hambatan di TPS pada hari pemungutan suara. Hasilnya, terdapat 7 indikator TPS rawan yang paling banyak terjadi, 14 indikator yang banyak terjadi, dan 1 indikator yang tidak banyak terjadi namun tetap perlu diantisipasi.
Dalam konferensi pers tersebut, Rahmat Bagja menjelaskan bahwa pemetaan TPS rawan dilakukan untuk memastikan kelancaran proses pemungutan suara. “Kami telah mengidentifikasi 7 indikator TPS rawan yang perlu mendapat perhatian lebih, 14 indikator yang juga sering terjadi, dan 1 indikator yang meskipun tidak banyak terjadi, tetapi tetap perlu diwaspadai,” ujarnya.
Pada saat konferensi pers, Rahmat Bagja menyampaikan strategi pencegahan yang akan diimplementasikan guna mengatasi potensi gangguan di TPS. Dia menekankan pentingnya kerjasama semua pihak dalam menjaga integritas pemilu. “Kami berharap, dengan langkah-langkah pencegahan yang kami ambil, pemilu dapat berlangsung dengan aman, adil, dan transparan,” tambahnya.
Sebagai tambahan, video konferensi pers ini menggunakan suara asli dari Ketua Bawaslu, Rahmat Bagja, tanpa ada voice over. Video tersebut dilengkapi dengan lower third berisi nama dan judul untuk memudahkan pemirsa dalam mengikuti informasi yang disampaikan oleh Ketua Bawaslu.
Sebelum menutup konferensi pers, Rahmat Bagja menyampaikan harapannya agar masyarakat turut serta aktif dalam menjaga keamanan dan integritas pemilu. Pihak Bawaslu berkomitmen untuk melakukan pengawasan secara ketat demi terciptanya pemilu yang berkualitas dan sesuai dengan prinsip demokrasi.








