Banyuwangi – Zulaida, istri Muhammad Hafidi, satu dari empat anak buah kapal Bintang Sonar yang belum tim SAR temukan hingga saat ini, berharap sang suami kembali dalam keadaan selamat. Sebelum mendengar kabar bahwa suaminya ikut menjadi korban hilang, Zulaida tidak merasakan firasat apapun. Dukungan serta doa terus mengalir baik dari sanak saudara maupun tetangga yang datang.
Kediaman keluarga Muhammad Hafidi, yang terletak di Dusun Muncar, Desa Kedungrejo, Kecamatan Muncar, terus mendapat kunjungan dari sanak saudara ataupun tetangga yang datang. Kedatangan mereka tidak lain hanya ingin memberikan dukungan kepada keluarga, seraya mendoakan keselamatan Muhammad Hafidi.
Zulaida sang istri, tak kuasa menahan tangis ketika mendengar kabar bahwa sang suami tercinta, menjadi salah satu korban hilang, tenggelamnya Kapal Selerek Bintang Sonar pada Senin lalu. Ia hanya bisa pasrah, sembari menunggu kepastian kabar sang suami, yang sudah memasuki hari ke empat pencarian. Do’anya hanya satu, sang suami yang menjadi tulung punggung keluarga dapat petugas temukan dalam keadaan selamat. Sehingga, ia bisa memeluk sang anak bungsu yang masih berusia tiga setengah tahun.
Kondisi suami yang sudah memberikan tiga buah hati untuknya, masih sehat dan bugar. Ia yakin bahwa sang suami masih hidup dan bisa segera tim SAR temukan.
Sementara itu, dari update terbaru pos SAR Banyuwangi, telah tertemukan satu jenazah. Tepatnya di sekitaran Watu Loro, sebelah timur Pantai Plengkung pada Rabu kemarin. Ini terduga kuat korban tenggelamnya Bintang Sonar. Namun demikian, medan sulit dan pos SAR yang sudah bergeser ke Pantai Grajagan menyebabkan evakuasi baru bisa terlaksana pada Kamis pagi ini. Butuh waktu hingga tiga jam bagi regu penyelamat untuk sampai di titik lokasi penemuan jenazah. (aw)








