Bangkalan – Kepadatan arus lalu lintas di Jembatan Suramadu terlihat meningkat sejak Rabu sore hingga malam. Tradisi toron atau pulang ke kampung halaman, khususnya bagi warga Madura, menjadi penyebab utama dari kepadatan ini. Kendaraan roda empat bukanlah satu-satunya yang terlibat, namun kepadatan arus lalu lintas ini justru paling terlihat pada pengendara roda dua, terutama saat malam takbiran Idul Adha.
Ironisnya, sebagian besar pengendara sepeda motor justru memasuki jalur cepat yang diperuntukkan bagi kendaraan roda empat di atas Jembatan Suramadu yang menjadi ikon Madura. Jalur yang terbatas ini membuat pengendara roda dua terlihat seperti berburu dengan waktu agar segera tiba di kampung halaman dan dapat merayakan Hari Raya Idul Adha bersama keluarga di rumah masing-masing.
Padahal, memilih menggunakan jalur roda empat ini sangat berbahaya bagi para pengendara sepeda motor karena merupakan jalur cepat. Jalur tersebut tidak hanya dilintasi oleh mobil-mobil biasa, tetapi juga kendaraan roda empat berukuran besar seperti bus antarkota dan truk yang biasanya melaju dengan kecepatan tinggi.
Taufan, seorang pengendara roda empat, mengungkapkan bahwa situasi ini patut mendapatkan perhatian. Para pengendara sepeda motor harus menyadari risiko yang ada dan menghindari penggunaan jalur yang tidak sesuai untuk mereka. Selain itu, pemerintah perlu memastikan adanya pengaturan lalu lintas yang memadai untuk mengurangi kemacetan dan menghindari kecelakaan yang tidak diinginkan.
Perlu diketahui bahwa Organisasi Muhammadiyah telah melaksanakan sholat Idul Adha pada Rabu, lebih awal dari keputusan pemerintah yang akan diselenggarakan pada Kamis besok (29/6). Hal ini disebabkan oleh keputusan pengurus Muhammadiyah Pusat yang menetapkan 10 Dzulhijjah 1444 Hijriyah jatuh pada Rabu, 28 Juni 2023.








