spot_img
Jumat, Mei 1, 2026
Beranda BERITA VIDEO Asia Ehealth Information Network (AEHIN) KEMENKES Melalui Digitalisasi Akses Kesehatan Lebih Mudah...

Asia Ehealth Information Network (AEHIN) KEMENKES Melalui Digitalisasi Akses Kesehatan Lebih Mudah dan Berkualitas

516

Jakarta – Kementerian Kesehatan Republik Indonesia bersama dengan Badan Penyelenggara Jaminan Sosial atau BPJS Kesehatan telah menggelar acara Asia eHealth Information Network (AEHIN) di Jakarta pada Selasa, 7 November lalu. Acara ini menjadi forum penting bagi perwakilan dari berbagai negara di Asia untuk berdiskusi tentang peningkatan akses dan kualitas layanan kesehatan melalui teknologi digital.

Direktur Utama BPJS Kesehatan, Ali Ghufron Mukti, mengungkapkan bahwa kemitraan erat antara BPJS Kesehatan dan Kementerian Kesehatan telah memberikan hasil positif dalam mendukung perkembangan teknologi digital di sektor kesehatan Indonesia. Inovasi-inovasi yang telah diimplementasikan dalam ekosistem Program Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) telah memberikan manfaat yang signifikan bagi lebih dari 265,8 juta peserta.

Program JKN telah mengubah pengalaman peserta dalam fasilitas kesehatan, salah satunya dengan mengurangi waktu tunggu di rumah sakit yang sebelumnya bisa mencapai 6 jam menjadi hanya 2,5 jam. Selain itu, JKN juga telah memperkenalkan berbagai inovasi lain seperti skrining riwayat kesehatan. BPJS Kesehatan juga melakukan penyederhanaan layanan bagi peserta yang rutin menjalani perawatan cuci darah, perawatan kejiwaan, kusta, tuberkulosis resisten obat, kemoterapi, radioterapi, dan HIV/AIDS di rumah sakit.

Jika peserta JKN memiliki riwayat pelayanan di rumah sakit dan masih memerlukan layanan untuk kondisi tersebut, fasilitas kesehatan tingkat pertama (FKTP) tempat peserta terdaftar dapat merujuknya secara langsung ke rumah sakit yang sesuai.

Dalam upaya untuk mempermudah pembayaran iuran bagi peserta JKN, BPJS Kesehatan telah menjalin kerja sama dengan 955.429 kanal pembayaran. Sementara itu, Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin menyampaikan bahwa melalui digitalisasi, akses kesehatan akan menjadi lebih transparan, mudah dijangkau, dan berkualitas. Hal ini juga akan berdampak positif pada ketersediaan obat-obatan yang lebih luas di pasar.

Pada kesempatan yang sama, Chairman AEHIN, Boonchai Kijsanayotin, juga mengungkapkan apresiasinya terhadap Indonesia dalam menghadapi pandemi COVID-19. Ia mengakui kesuksesan Indonesia dalam menerapkan layanan digital saat pandemi COVID-19 berlangsung.